SENI BUDAYA

Rina Kurniyati, Menangkap Hujan Merawat Ketekunan

  • Administrator
  • Senin, 22 Juni 2026
  • menit membaca
  • 11x baca
Rina Kurniyati, Menangkap Hujan Merawat Ketekunan

Rina Kurniyati, Menangkap Hujan Merawat Ketekunan

YOGYAKARTA, jogja-ngangkring.com — Hujan bagi banyak orang mungkin hanya bagian dari perjalanan sehari-hari. Namun bagi Rina Kurniyati, hujan menyimpan keindahan yang layak diabadikan. Karyanya "Seri Hujan" ambil bagian dalam pameran "Keindahan Dalam Ketidaksempurnaan", Ary's Wabi Sabi Cafe and Gallery, Suryodiningratan, Yogyakarta,  15 Juli–16 Agustus 2026. Pameran ini menghadirkan sejumlah perupa dan pematung dengan beragam pendekatan artistik yang berangkat dari gagasan bahwa keindahan tidak selalu lahir dari kesempurnaan. 

Keikutsertaan Rina dalam pameran ini memperlihatkan konsistensinya dalam mengeksplorasi medium kaca sebagai sarana ekspresi artistik. Seri Hujan yang ditampilkan seolah mengajak pengunjung berhenti sejenak dari hiruk-pikuk keseharian untuk menikmati detail-detail kecil yang kerap terabaikan, sebagaimana tetes air yang membentuk pola tak berulang di permukaan kaca.

"Karya ini menggambarkan keindahan hujan yang saya tangkap setiap kali melakukan perjalanan dan kemudian saya pindahkan ke lukisan kaca. Tetes hujan yang jatuh di kaca mobil membentuk formasi dan pola yang unik dan indah," ungkap Rina.

"Seri Hujan" terdiri atas lima karya, yakni Arah Hujan (2023), Lahan Basah (2023), Hujan di Manhattan (2023), Mencari Hujan (2023), dan Hujan Berhenti Sejenak (2024). Seluruhnya dikerjakan dengan medium enamel di atas kaca, medium yang selama ini menjadi ciri khas eksplorasi artistiknya.

Perjalanan Rina menuju dunia seni berlangsung melalui proses panjang. Ia tidak tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya akan menjadi seorang perupa. Minat dan kemampuannya berkembang seiring waktu, melalui keberanian untuk terus belajar dan berkarya. Dalam proses itulah dukungan keluarga menjadi kekuatan penting.

Di belakang perjalanan kreatifnya berdiri suami yang juga dikenal luas di dunia seni rupa Indonesia, yakni kurator dan akademisi seni Dr. Mikke Susanto. Dukungan yang diberikan bukan sekadar pendampingan dalam kehidupan keluarga, tetapi juga ruang untuk tumbuh dan percaya pada kemampuan diri sendiri sebagai seniman.

Atmosfer kreatif tersebut kemudian turut menular kepada generasi berikutnya. Anak keduanya, Bintang Tanatimur, telah menunjukkan minat melukis sejak usia dini. Kehadiran keluarga yang hidup dalam lingkungan seni menjadikan proses berkesenian bukan sekadar aktivitas individual, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Konsistensi Rina dalam berkarya membawanya terlibat dalam berbagai pameran seni rupa, khususnya seni lukis kaca. Keikutsertaannya dalam pameran Keindahan Dalam Ketidaksempurnaan menegaskan posisinya sebagai perupa yang setia mengeksplorasi medium kaca sekaligus menghadirkan perspektif yang peka terhadap hal-hal sederhana di sekitar kehidupan. (Tor)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar