SENI BUDAYA

Dari Kanvas ke Panggung Musik, Debrin Menyanyikan Semangat Hidup

  • Administrator
  • Senin, 22 Juni 2026
  • menit membaca
  • 46x baca
Dari Kanvas ke Panggung Musik, Debrin Menyanyikan Semangat Hidup

DARI KANVAS KE PANGGUNG MUSIK, DEBRIN MENYANYIKAN SEMANGAT HIDUP 

Klaten, jogja-ngangkring.com - Bagi banyak orang, musibah sering kali menjadi titik berhenti. Namun bagi Debrin atau Debora Rini Dwi Hastuti, sebuah kecelakaan yang menyebabkan penglihatannya mengalami gangguan serius justru menjadi titik awal perjalanan kreatif yang baru.

Nama Debrin selama ini dikenal sebagai pelukis yang menjadikan aktivitas melukis sebagai bagian dari terapi pemulihan fisik dan mental. Melalui sapuan warna di atas kanvas, ia perlahan membangun kembali semangat hidup yang sempat runtuh akibat keterbatasan yang dialaminya.

Kini, perempuan kreatif tersebut kembali membuat kejutan. Tidak puas hanya berkarya melalui lukisan, Debrind mulai merambah dunia musik. Ia menciptakan sepuluh lagu bernuansa motivasi dan semangat hidup yang lahir dari perenungan panjang tentang perjuangan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu lagu yang menjadi perhatian adalah "Gumrégah", sebuah karya yang mengangkat kehidupan rakyat kecil yang bekerja keras dengan penuh integritas.

Lagu tersebut lahir dari pengalaman Debrin ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat desa. Pada suatu pagi, ia menyaksikan para petani mencangkul sawah sambil melantunkan tembang Jawa. Di tengah harga pupuk yang terus naik dan ancaman gagal panen akibat hama, mereka tetap bekerja dengan penuh semangat.

"Saya melihat para petani tetap ayem dan bahagia. Mereka bekerja keras meskipun hasilnya belum tentu besar. Itu sangat menginspirasi," ungkapnya.

Tak hanya petani, Debrin juga terinspirasi oleh para ibu yang berjualan di pasar tradisional. Di tengah hujan gerimis, mereka tetap tersenyum menawarkan jagung rebus, kerupuk, dan berbagai dagangan sederhana lainnya.

"Penghasilannya mungkin tidak seberapa, tetapi mereka tetap bersyukur dan menikmati hidup," katanya.

Pemandangan lain yang membekas dalam ingatannya adalah para buruh yang berangkat kerja sejak pagi dengan sepeda, para guru yang mengabdikan diri di sekolah, hingga para pekerja yang berjuang agar dapur keluarga tetap menyala.

Bagi Debrin, mereka adalah gambaran nyata tentang manusia yang menjalani hidup dengan penuh integritas.

Melalui lagu "Gumrégah", Debrin ingin mengajak masyarakat untuk tetap bersemangat menghadapi kehidupan. Lagu tersebut menyampaikan pesan bahwa setiap orang memiliki jalan perjuangan masing-masing.

"Hidup harus dijalani dengan kerja keras sesuai kapasitas yang diberikan Tuhan. Tidak bisa seenaknya. Hidup harus memberi manfaat bagi sesama," ujarnya.

Filosofi utama yang diangkat dalam lagu itu adalah keyakinan bahwa rezeki berasal dari Sang Pencipta. Manusia berkewajiban berikhtiar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, sementara hasil akhirnya berada dalam kuasa Tuhan.

Menurut Debrin, berkat dapat datang dari berbagai arah yang tidak pernah diduga selama manusia mau berusaha, bersyukur, dan mengikuti tuntunan-Nya.

Karena itu, lagu tersebut juga mengingatkan pentingnya mengelola rezeki secara bijaksana. Tidak hanya bekerja keras, tetapi juga belajar menabung, hidup sederhana, dan mensyukuri apa yang dimiliki.

"Berapa pun hasil kerja kita, semua sudah diatur oleh Sang Pencipta. Tugas kita adalah bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab," katanya.

Pengalaman Debrin memberikan pelatihan tentang keuangan sehat kepada kelompok tani di Bantul semakin memperkuat keyakinannya bahwa masyarakat kecil sebenarnya memiliki daya tahan hidup yang luar biasa. Dalam berbagai workshop yang pernah ia isi, Debrin selalu menekankan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga secara sehat.

Ia percaya bahwa pekerjaan yang halal tidak akan pernah membuat seseorang kekurangan berkat.

"Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah tidur. Selalu ada keajaiban dalam kuasa-Nya," ujarnya.

Sepuluh lagu yang diciptakannya pada dasarnya merupakan rangkaian pesan moral tentang optimisme, kerja keras, syukur, integritas, dan kebermanfaatan hidup.

Bagi Debrin, seni bukan sekadar hiburan. Seni adalah jalan untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan.

Jika dahulu ia berbicara melalui warna dan kanvas, kini ia memilih berbicara melalui nada dan lirik.

Perjalanan Debrin menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak pernah mampu membatasi kreativitas manusia. Dari rasa sakit yang pernah dialaminya, lahirlah karya-karya yang justru menyemangati banyak orang.

Pesan yang ingin ia titipkan sederhana namun mendalam: urip kudu urup. Hidup harus menyala dan memberi manfaat bagi sesama.

Dan melalui sepuluh lagu yang ia ciptakan, nyala semangat itu kini terus bergema, mengajak siapa saja untuk tetap gumrégah, tetap bergerak, dan tetap percaya bahwa setiap kerja keras yang dilakukan dengan kejujuran akan menemukan jalannya menuju keberkahan. (Tor)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar