TERAS

Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Wonosobo, Perkuat Gerakan Literasi

  • Administrator
  • Sabtu, 18 April 2026
  • menit membaca
  • 7x baca
Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Wonosobo, Perkuat Gerakan Literasi

Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Wonosobo, Perkuat Gerakan Literasi

Wonosobo, jogja-ngangkring.com —Jumat, 17 April 2026, di Pendopo Bupati Wonosobo, digelar pengukuhan pengurus Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Agama dan pemerintah daerah, serta menjadi momentum penguatan gerakan literasi di tingkat masyarakat.

Menteri Agama RI, Nazaruddin Umar, dalam sambutan yang disampaikan secara virtual menegaskan pentingnya budaya membaca sebagai sarana membuka wawasan. Menurutnya, membaca memungkinkan seseorang memahami berbagai peristiwa di dunia tanpa dibatasi ruang dan waktu. Ia juga menyebut literasi tidak hanya berdampak pada pengetahuan, tetapi dapat menjadi media mempererat silaturahmi, memperkuat wawasan keagamaan dan kebangsaan, serta memiliki nilai ibadah karena manfaat ilmunya terus mengalir.

Dalam acara tersebut, Dr. KH M Faqih Khusni dikukuhkan sebagai Ketua PBN Kabupaten Wonosobo. Turut hadir secara langsung Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Arsad Hidayat, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, serta Kepala Kemenag Wonosobo.

Arsad Hidayat menyampaikan bahwa budaya literasi menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kesuksesan seseorang. Menurutnya, banyak tokoh nasional lahir dari kebiasaan membaca yang kuat.

Sementara itu, Saiful Mujab menekankan pentingnya pengembangan budaya membaca dan menulis di berbagai lingkungan, baik di sekolah, madrasah, pesantren, maupun ruang publik. Ia menilai masyarakat yang memiliki literasi baik cenderung lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh hoaks.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan bahwa keberadaan PBN merupakan bagian dari upaya membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyasar pembangunan kualitas manusia. “Dari membaca lahir pemahaman, dari pemahaman tumbuh kesadaran, dan dari kesadaran akan lahir perubahan,” ujarnya.

Ketua PBN Wonosobo, M Faqih Khusni, menambahkan bahwa literasi memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Peningkatan literasi, kata dia, dapat membuka akses pengetahuan di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, parenting, hingga ekonomi keluarga. Selain itu, kebiasaan membaca sejak dini juga dinilai berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, mulai dari peningkatan imajinasi, kecerdasan emosional, hingga kesiapan menghadapi masa depan. Ia juga menilai penguatan literasi dapat berkontribusi dalam mencegah berbagai persoalan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Muh)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar