TERAS

Syawalan Trah Mangkudiwiryan, Hidup Sehat Manfaat

  • Administrator
  • Rabu, 01 April 2026
  • menit membaca
  • 20x baca
Syawalan Trah Mangkudiwiryan, Hidup Sehat Manfaat

Syawalan Trah Mangkudiwiryan, Hidup Sehat Manfaat

Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Semangat untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan mampu mengalahkan lelahnya perjalanan dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Hal itulah yang tampak dalam gelaran Syawalan Trah Mangkudiwiryan yang mempertemukan anggota keluarga besar dari berbagai daerah. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (29/3) di Gedung University Club Universitas Gadjah Mada, Jalan Pancasila No. 2, Bulaksumur, Yogyakarta, dengan keluarga Prof. Suryo Purwono sebagai tuan rumah.

Suasana hangat dan akrab terasa sepanjang acara. Selain dari Jogja, anggota keluarga juga datang dari berbagai kota seperti Mojokerto, Purworejo, Jakarta, Bekasi, dan Surakarta. Mereka saling bertegur sapa, berbincang, dan menjalin kembali kedekatan, termasuk bagi mereka yang baru pertama kali hadir. Sejumlah tokoh turut meramaikan acara, di antaranya Eny Nurbaningsih, Danan Purnomo, Agus Prasetyo, Eko Budiono, serta Sumendro. Trah Mangkudiwiryan juga konsisten menjalankan program sosial berupa pemberian dana pendidikan rutin bagi anak yatim yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

Pengurus trah, Hary Sutrasno, menyampaikan bahwa kegiatan syawalan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan gaya hidup sehat dan bermanfaat. Melalui momentum ini, para anggota tidak hanya bersilaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga memperoleh wawasan baru melalui tausiyah yang disampaikan oleh Probosuseno. 

Probosuseno menekankan bahwa ibadah puasa memiliki manfaat yang sangat luas, tidak hanya secara spiritual tetapi juga kesehatan. Ia mengaitkan puasa dengan konsep intermittent fasting yang dipopulerkan oleh Yoshinori Ohsumi. Menurutnya, pola ini dapat memicu proses regenerasi sel, meningkatkan stamina, serta menjaga kebugaran tubuh karena organ-organ mendapatkan waktu istirahat yang optimal. Dari sisi batin, puasa juga memberikan ketenangan melalui refleksi diri dan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa tradisi syawalan dan mudik memiliki dampak multidimensional—mulai dari aspek fisik, psikologis, hingga sosial ekonomi. Kebersamaan yang terbangun menghadirkan kebahagiaan, memperkuat ikatan kekeluargaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial tanpa memandang latar belakang. Selain itu, aktivitas ini juga turut menggerakkan perekonomian lokal dan memperkuat budaya gotong royong.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan grup musik yang membawakan lagu-lagu religi dan nostalgia, menciptakan suasana penuh kehangatan. Raut wajah bahagia para peserta menjadi gambaran nyata betapa pentingnya momen berkumpul bersama keluarga besar. Kegiatan ini pun ditutup dengan makan siang bersama serta sesi foto, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar